Berkenalan dengan Tumbuhan Kaktus
Tumbuhan kaktus
merupakan anggota tumbuhan berbunga yang memiliki nama latin yaitu “Familia Cactaceae”. Dalam buku yang
ditulis oleh Hernandez De Oviedo Valdez yang berjudul Historia General Y
Natural De Las Indias pada tahun 1535 di temukan referensi pertama mengenai
tumbuhan kaktus tersebut. Hernandez mendeskripsikan bahwa kaktus merupakan tanaman
yang memiliki buah yang unik, bentuk daun yang berbeda dengan tumbuhan lainnya dan
bunga yang menawan.
Melocactus
merupakan
spesies kaktus yang pertama diimpor, yaitu ke negara Eropa. Carl Linnaeus
merupakan seorang botaniawan yang berasal dari Swedia, ia memberi nama kaktus tersebut
dari bahasa Yunani yaitu “kaktos” yang
memiliki makna “tanaman liar yang berduri”.
Tumbuhan kaktus merupakan
tumbuhan yang istimewa, pasalnya tumbuhan tersebut dapat tumbuh dan bertahan
pada waktu yang sangat lama di daerah-daerah yang kering dan tanpa ada air di
sekitarnya, contohnya seperti pada gurun yang kering. Kaktus juga banyak hidup
pada daerah padang rumput kering, semi-gurun, dan padang rumput. Daerah yang
beriklim tropis dan subtropislah tumbuhan kaktus banyak tumbuh.
Tumbuhan kaktus
memiliki daun yang unik karena dapat berubah bentuk menjadi duri yang memiliki
fungsi utama untuk mengurangi penguapan air pada tubuhnya. Selain memiliki daun
yang berbentuk duri, akar dari tumbuhan kaktus memiliki ukuran yang panjang,
yang berfungsi untuk mencari air dalam tanah. Air yang telah diserap oleh
kaktus, kemudian disimpan dalam batangnya tersebut, didalam batang tersebut ada
ruang khusus untuk kaktus menyimpan air.
Batang tanaman kaktus tersebut
mampu menampung air yang diserap melalui akar bahkan cukup untuk volume air
yang besar. Dari hal tersebut, tanaman kaktus digolongkan ke dalam keluaraga tanaman
sukulen karena mampu menyimpan air dalam batangnya. Oleh karena itu, kaktus
memiliki batang yang lunak, karena menyimpan air. Tumbuhan kaktus juga memiliki
metabolisme yang baik disbandingkan dengan tumbuhan lainnya. Metabolisme yang
baik tersebut membuat tumbuhan kaktus dapat bertahan di daerah gersang seperti
gurun.
Tumbuhan kaktus membuka
stomatanya pada malam hari, hal ini
karena ketika malam hari cuacanya biasa lebih dingin dibandingkan saat siang
hari. Pada malam hari tumbuhan kaktus mengambil CO2 dari lingkungan sekitar kemudian
menyimpannya di bagian vakuola dan
selanjutnya akan digunakan ketika tumbuhan kaktus tersebut melakukan proses fotosintesis.
Tumbuhan kaktus tersebut melakukan proses fotosintesis pada siang hari.
Sebagian besar spesies tumbuhan
kaktus memiliki duri yang berukuran panjang dan tajam. Duri tersebut
dimanfaatkan oleh kaktus untuk melindungi dirinya terhadap serangan hewan
herbivora dan juga dari gangguan-gangguan manusia yang kurang bertanggungjawab.
Dahulu, tumbuhan kaktus
hampir saja punah, beberapa dari jenisnya bahkan sudah tidak tersisa lagi. Tumbuhan
kaktus tersebut di eksploitasi besar-besaran, di kirim ke negara-negara Eropa,
Amerika Serikat dan sebagainya. Tumbuhan kaktus tersebut pun di ambil dan
diolah menjadi bahan pangan, mulai dari tepung untuk membuat roti sampai
menjadi bahan bangunan. Mereka menganggap kaktus merupakan sektor yang
menguntungkan. Mereka terus mengambil dan mengeksploitasi tanaman kaktus tanpa
diimbangi dengan pelestariannya.

Namun, pada masa
sekarang ini telah banyak sekali orang-orang yang mulai membudidayakan tanaman
kaktus tersebut. Tumbuhan kaktus pun berubah fungsi, yang semula di manfaatkan
sebagai bahan pangan, kini kaktus dijadikan tanaman hias.
Tumbuhan kaktus di Indonesia sendiri banyak sekali jenisnya, mulai dari ukuran kecil sampai ukuran yang besar. Para pembudidaya kaktus juga mulai berkreasi untuk menghasilkan kaktus jenis baru, melalui perkawinan silang antara jenis satu dengan jenis yang lainnya.

Komentar
Posting Komentar